jeritan
kami berteriak-teriak, mungkin sudah 3 jam kami begini.
berjalan dari almamater ketempat para pemimpin dan anak buahnya membuat peraturan dalam gedung ber-ac, kami menyeru-nyeru khalayak masyarakat banyak.
kota ini penuh sesak, tidak sehat, tidak teratur.
kalian sibuk dengan anggaran yang seenak jidat kalian,
tak ayal semua menjadi korupsi dadakan dengan jabatan yang kalian miliki.
negeri ini tambah hancur, semakin mundur.
dalam hukum, kebebasan berdemokrasi,
kemakmuran dan kesejahteraan pun tidak pernah dicapai,
hanya janji-janji yang di umbar.
kami menutut hak kami,
masyarakat telah sesak tak bernapas,
sudah kalian injak-injak,
kalian caci maki dalam serapahan kat-kata kalau kami yang tidak teratur.
bagaimana kami teratur?
kalian menyontohkan kepada khalayak umum dengan tidak mendidik.
kalian buat juga generasi kalian tersiksa,
kalian bilang ini tujuan baik,
tapi apa harus sejak dini mereka diberi pelajaran yang begitu aneh?. Yang SD belajar materi SMP, SMP belajar materi SMA, dan SMA di beri materi S1?
apa sistem lembaga di sini sudah hancur?
jangan buat kami harus memakan terus garam.
memang tak mudah tapi kalian juga (pejabat-pejabat) harus benahi diri kalian agar kami juga mencontoh yang baik dan disiplin
Oleh : Hana Nurmala




Aa Edoy Astrajingga 5:08 pm pada Juli 31, 2010 Permalink |
Tuhan tidak Tuli & Buta….
Jawablah doa kami…
akid aunulhaq 2:07 pm pada Mei 25, 2011 Permalink |
ngde-dak banget puisinya. salam budaya